Minggu, 26 Januari 2014

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW


Pada Minggu, 26 Januari 2014 mulai Pk. 09.00, diadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H. Acara itu dirangkai pula dengan acara Pertanggungjawaban Ketua DKM Al-Muttaqin periode 2011- 2014 dan Pengukuhan Kerua DKM Al-Muttaqin periode 2014 - 2017 yang tetap dipegang oleh Bp. Drs. H. Misbah Rosyadi yang merupakan amanat warga Pondok Sukmajaya Permai,Kel. Sukmajaya, Kec. Sukmajaya,  Kota Depok.

Acara tersebut juga dirangkai dengan acara peresmian penggunaan pengembangan bangunan masjid yang menelan dana sekitar Rp.900 juta rupiah. Peresmian dilakukan dengan acara pengguntingan pita yang dilakukan oleh Ketua RW.02 dan Ketua RW.03 yang berada di perumahan Pndok Sukmajaya Permai ini.

Pada kesempatan ini, Ketua DKM melaporkan bahwa pembangunan perluasan (sarana) masjid ini mendapat bantuan dari PT. Pertamina melalui program CSR-nya (corporate social resposiblility atau tanggungjawab sosial perusahaan) ditambah dengan dana kas DKM dan partisipasi warga muslim lainnya.

Namun demikian, masih ada utang material yang tersisa sebesar Rp. 87.453,237 yang dimohon para jamaah dan umat muslim pada umumnya untuk menyumbangkan hartanya untuk meluniasi utang tersebut,

Acara pokoknya adalah ceramah agama yang disampaikan seorang ustad dengan gaya humoris. yaitu Bp. H. Syahroni. Di hadapan para jamaah, Pengurus MPJ (Majelis Permusyawaratan Jamaah), Pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid), Panitia Pelaksana, remaja masjid Al-Muttaqin (PRISMA), dan ibu-ibu pengajian (Permata Ibu), beliau membawakan tema tentang "Sampaikan kabar gembira, dan memberi peringatan"

Dibahas di sana, bahwa kita harus penuh rasa toleransi, tenggang rasa, luwes, dan maklum. Artinya, bila ada kesalahan dari orang lain, namun sangat kecil, sebaiknya tidak dipermasalahkan apalagi sampai dimusuhi. Misalkan salah menulis nama kita di undangan, dan sebagainya.

Sebagaimana jika syarat jual beli adalah adanya 'ijab-qobul' antara pembeli dan pedagang. Kalau penjual dan pembeli sudah sama-sama ikhlas, maka tidak perlu ada jabatan tangan dan ucapan serah terima. "Bayangkan kalau kita hanya membeli satu buah kerupuk yang seharga Rp/ 1.000,- lalu kita harus melakukan acara serah-terima dengan memanggil saksi dan menempelkan metersi, Berapa panjang antrean di warung itu ..... katanya jenaka....tapi, kalau jual-beli tanah 1 heltar, maka wajib ijab qobul, ada saksi (sepetti notaris), dan ada meterai'

Acara ini berkhir pk. 11.00 WIB dengan acara makan tumpeng bersama. Ketua MPJ, Bp. H. Anton H., berharap kepada Ketua DKM dan jamaah pada umumnya untuk memakmurkan masjid yang kini sudah semakin luas bangunannya.

Sabtu, 18 Januari 2014

H. Misbah Rosyadi terpilih kembali

Dengan mengucap "innalillahi wa innalillahi roji'un' Bapak H. Misbah Rosyadi terpilih kembali menjadi Ketua DKM Masjid Al-Muttaqin untuk Periode 2014 - 2017.

Pemilihan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2014 ba'da sholat Isya di masjid Al-Muttaqin. Jamaah pemilih yang hadir memenuhi undangan dari Bp. H. Anton (Ketua MPJ Masjid Al-Muttaqin) berjumlah 45 orang yang terdiri dari unsur pengurus warga (RT-RW), ustadz/ ulama Pondok Sukmajaya Permai, pengurus masjid di periode-periode sebelumnya, tokoh masyarakat dan jamaah pada umumnya.
Drs. H. Misbah Rosyadi

Bapak H. Misbah, secara mutlak (memperoleh 24 dari 45 suara, dengan 4 kandidat yang bisa dipilih) terpilih kembali untuk memimpin DKM Masjid Al-Muttaqin, Pada kata sambutan awalnya, beliau berharap dengan sangat bahwa akan muncul penggurus baru agar ada 'penyegaran,' namun kehendak mayoritas pemilih tidak demikian, beliau didaulat untuk memimpin kembali untuk masa jabatan 3 tahun ke depan.

Akhirnya, dengan berat hati beliau menerima kembali amanah warga untuk memimpin DKM Al- Muttaqin, "tapi dengan syarat" katanya ketika menyambut 'kemenangannya.'

Syatatnya adalah "mari kita bersama-sama memakmurkan masjid, salah satu caranya adalah mengajak anggota keluarganya sholat  berjamaah di masjid, agar shafnya bisa terisi pennuh seperti sholat Jumat"

"Kemudian, mari bersama-sama memakmurkan masjid dengan jalan menggerakkan kegiatan sosial, mengisi dan memanfaatkan perpustakaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah mengajak para remaja dan pemuda untuk mencintai masjid dengan jalan berorganisasi dan menjalankan fungsi-fungsi masjid"

Pada pukul 22.05 acara pemilihan berakhir, dan ucapan selamat diberikan kepada pak H. Misbah Rosyadi. Selamat bekerja, Pak!.


Senin, 30 Desember 2013

Upaya Penyatuan TK dan Masjid Al-Muttaqin

Dari namanya, keduanya menggunakan nama yang sama, yakni "Al-Muttaqin," lokasinya pun sama di area fasum/ fasos Pondok Sukmajaya Permai, persis di tengah perumahan. Memang seharusnya keduanya dalam 'satu pengurusan' milik warga, yaitu Yayasan Al-Muttaqin.

Sebagian besar warga memang kurang mengerti apakah Yayasan Al-Muttaqin membawahi keduanya, masjid dan Taman Kanak-Kanak (TK) ?. Nyatanya, "Ya" dan "Tidak", artinya "samar-samar". Yang banyak dipertanyakan warga justru TK-nya, karena nyaris tidak pernah terlaporkan ke warga, berbeda dengan masjid yang setiap Jumat selalu ada laporannya.

Hal itulah yang menjadi PR buat Majelis Perwakilan Jamaah (MPJ), yaitu memperjelas dan menyatukan kedua lembaga itu menjadi satu yayasan yang pasti. Beberapa pertemuan (rapat) telah dilakukan yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengurus masjid Al-Muttaqin (DKM), Yayasan Al-Muttaqin, RW.02 dan RW.03. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada solusi yang dapat diambil dalam upaya penyatuan itu.

Beberapa hal yang perlu menjadi catatan adalah:

1. Keberadaan TK harus tetap dipertahankan dan dapat mengakomodasi pendidikan dasar bagi warga PSP, baik dalam hal biaya maupun kegiatan (kurikulumnya);
2. Selama ini laporan keuangan TK hanya diberikan ke orang tua dan anggota yayasan;
3. Ketua DKM Al-Muttaqin yang merupakan pengurus Yayasan Pendidikan Rachmaniyah tidak akan melakukan intervensi atau campur tangan terhadap TK Al-Muttaqin;
4. Banyaknya guru Rachmaniyah yang berkecimpung di masjid Al-Muttaqin semata-mata untuk memakmurkan kegiatan masjid, bukan mengarah ke TK Al-Muttaqin;
5. Bagaimanapun, TK maupun masjid Al-Muttaqin adalah milik seluruh warga Pondok Sukmajaya Permai, sehingga seluruh kegiatannya harus atas sepengetahuan dan melaporkan kegiatannya ke seluruh warga Pondok Sukmajaya Permai melalui berbagai perwakilannya, seperti MPJ, RT/RW dan sebagainya;
6. Perlu dilakukan pembenahan Yayasan Al-Muttaqin sesegera mungkin agar TK dan Masjid berada di bawah satu yayasan yang diurus oleh pengurus Yayasan Al-Muttaqin lama, dan memasukkan personil-personil baru yang merupakan perwakilan dari masyarakat, khususnya yang merupakan tokoh, organisasi kemasyarakatan, dsb.

Mudah-mudahan awal tahun 2014, kedua lembaga itu (TK dan Masjid) telah berada di bawah satu yayasan yang jalannya bersifat transparan dan akuntabel. Aamiin

Minggu, 17 Februari 2013

PERPUSTAKAAN AL-MUTTAQIN


         Masjid Al-Muttaqin tidak saja menjadi milik dan tanggung jawab pemanfaatannya bagi warga Pondok Sukmajaya Permai dan sekitarnya, akan tetapi juga sebagai tempat ibadah serta pengembangan masyarakat Pondok Sukmajaya Permai. Sejalan dengan Misi DKM Al-Muttaqin diantaranya yaitu :
  • Menjadikan Masjid sebagai tempat ibadah;
  • Menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan ummat Islam;
  • Manjadikan Masjid sebagai pusat pendidikan ummat Islam;
  • Menjadikan Masjid tempat merujuk bebagai persoalan masyarakat.

maka pada pengembangan dan pembangunan Sarana Masjid yang sekarang ini sedang berlangsung, pengadaan perpustakaan di Masjid Al-Muttaqin  merupakan hal sangat penting untuk mewujudkan salah satu misi tersebut. Perpustakaan yang akan terbentuk nantinya tidak hanya berisi buku-buku mengenai masalah keagamaan, akan tetapi akan berisi juga buku-buku lainnya yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta buku-buku tambahan pelajaran mulai tingkat SD sampai dengan tingkat SMA.
     
       Maksud dari pengadaan Perpustakaan Masjid Al-Muttaqin  antara lain : 

  1. Sebagai wadah keilmuan karena sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan kepada Allah SWT dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh.
  2. Perpustakaan juga sebagai tempat penyaluran/pelayanan ilmu kepada masyarakat agar lebih mudah memperoleh informasi yang dekat, mudah dijangkau, murah dan cepat.
 Sedangkan tujuannya antara lain adalah : 
  1. Kajian Islam yang selama ini hanya satu arah (ceramah) dimana daya serap kita dalam mendengar sangat terbatas, maka dengan adanya perpustakaan walaupun dengan menggunakan literature yang sederhana maka kan meningkatkan daya serap kita, mendidik kita aktif dan kritis terhadap persoalam yang dikaji (Islam).
  2. Perpustakaan tidak hanya untuk Jamaah masjid akan tetapi juga untuk masyarakat sekitar masjid, sehingga akan menciptakan rasa kebersamaan, toleransi demi terciptanya kebersamaan  masyarakat lingkungan Masjid Al-Muttaqin.
  3. Membangun generasi muda sebagai generasi penerus yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sekaligus beriman dan taqwa kepada Allah SWT, sehingga Insya Allah nantinya generasi muda ini akan menjadi penerus memimpin bangsa ini akan  mempunyai ketaatan  keagamaan yang tinggi untuk membangun Indonesia di masa mendatang.

      Penyediaan buku keagamaan karena seringkali dilakukan kajian-kajian Islam pada Majlis Ta’lim, dengan adanya pustaka ini diharapkan akan terjadi peningkatan pemahaman Jamaah terhadap ajaran Islam merupakan sesuatu yang sangat penting. Semakin banyak yang dipahami dari ajaran Islam diharapkan semakin banyak juga nilai-nilai Islam yang diamalkan, sementara makin sedikit ajaran Islam yang dipahami, semakin sedikit juga ajaran Islam itu yang bias diamalkan, apalagi belum tentu orang yang sudah memahami ajaran Islam langsung bisa mengamalkannya. Disamping itu pemahaman terhadap Islam yang benar dan menyeluruh akan membuat umat Islam terhindar dari salah paham terhadap Islam. Padahal salah paham terhadap Islam bisa jadi telah memberikan sumbangan yang besar terhadap konflik diantara sesame umat Islam yang berkepanjangan. Oleh karena itu menjadi sangat penting pada masa sekarang untuk mengembangkan kajian-kajian Islam di Masjid-masjid dengan menggunakan literatur dan mengembangkan keaktifan Jamaah dalam membahasnya. Dari sinilah keberadaan perpustakan masjid menjadi sesuatu yang sangat diperlukan.
       Pola persaingan yang ketat antar siswa mulai tingkat SD sampai SMA, membuat siswa pada umumnya mencari bahan tambahan buku-buku referensi diluar buku yang diwajibkan di sekolah, sementara harga buku makin tidak terjangkau. Keberadaan perpustakaan Masjid ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi siswa untuk memperoleh informasi dari buku referensi yang diperlukan
      Dengan adanya perpustakaan yang berisi buku-buku keagamaan maupun buku pelajaran serta buku mengenai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini maka diharapkan akan menghasilkan : 
  • Pola kajian keagaman yang selama ini berujud ceramah maka akan dikembangkan menjadi kajian yang menuntut kearifan para Jamaahnya. Dengan pola ini maka selanjutnya Jamaah diharapkan akan menjadi aktif untuk memanfaatkan perpustakaan yang ada.
  • Minat baca anak, remaja dan orang tua di wilayah sekitar Masjid Al-Muttaqin Pondok Sukmajaya Permai, Depok.
  • Peningkatan pola kreativitas anak-anak, pemuda-pemudi dan masyarakat Pondok Sukmajaya Permai seluruhnya untuk menghasilkan SDM yang cerdas, mandiri dan unggul.
       Guna  mewujudkan Perpustakaan Masjid tersebut di atas  tidaklah mudah tanpa bantuan dan dukungan dari semua pihak, oleh karena itu kami pengurus Masjid Al-Muttaqin sangat mengharapkan bantuan baik berupa : 

  1. Buku - buku, (dapat langsung ataupun kami ambil) dengan menghubungi Sekretariat DKM Al-Muttaqin, Ph (021) 7706650.
  2. Infaq, shodakoh serta do’anya dari semua pihak sehingga pembangunan Perpustakaan Masjid Al-Muttaqin ini dapat terlaksana dengan baik.







Jumat, 11 Januari 2013

Rencana Pengembangan Masjid Al-Muttaqin

Insya Allah, kami tetap memohon ridhoNya untuk niat kami dalam mengembangkan fasilitas masjid Al-Muttaqin. Kami berencana meningkatkan bangunan di antara bangunan utama masjid Al-Muttaqin dan TK Al-Muttaqin. Rencananya, bangunan itu akan dijadikan ruang serbaguna (pertemuan), Sekretariat Majlis Ta'lim Permata Ibu, Remaja Masjid Al-Muttaqin Prisma, Ruang Menginap Ustadz, dan sebagainya.

Kami telah memasang granit di bagian dalam masjid, rencananya juga akan mengganti seluruh karpet masjid, akan memasang penahan air di sisi-sisi masjid agar air hujan tidak tampias ke dalam masjid, memperbaiki ruang wudhu, dan penataan-penataan lain yang menurut perhitungan akan menelan dana sebesar Rp. 500 juta-an.

Alhamdulillah, kami sudah mendapat bantuan dana dari PT. Pertamina sebesar Rp. 276 juta. Sisanya akan menggunakan dana kas masjid, sumbangan dari para donatur, termasuk dari para jamaah sekalian. Untuk itu, maka dengan ini kami mengimbau kepada Bapak/ Ibu/ Sdr./ Sdri. pembaca blog ini yang ingin memberikan infaq atau ingin berinvestasi untuk hari akhirat, silakan salurkan bantuannya, baik berupa dana, material, pikiran, maupun tenaga, dengan menghubungi panitia yang selalu standby di masjid.

Berikut ini kami lampirkan: (1) Susunan Pengurus Masjid (DKM), (2) Susunan Panitia Pengembangan Masjid, dan (3) tiga denah pengembangan masjid.

Atas perhatian dan bantuan Bapak/ Ibu/ Sdr./ Sdri., kami mengucapkan terima kasih, semoga bantuan yang Bapak/ Ibu/ Sdr./ Sdri., berikan akan diberi ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin, aamiin, aamiin, ya rabbal 'alamiin...

 








































































Rabu, 04 Juli 2012

Tarhib Ramadhan

Pada hakikatnya Ramadhan merupakan madrasah, jika orang yang berpuasa pandai memanfaatkannya, maka akan menjadi manusia baru, tidak seperti sebelumnya. Ramadhan adalah madrasah tempat seorang Muslim memperbarui ikatan-ikatan Islam pada dirinya dan mengambil bekal yang dapat menutupi segala kekurangan sebelumnya. Ramadhan adalah sebuah latihan (dauriyah) bagi kaum Muslimin untuk menyambut dunia baru dan meninggalkan dunia lama. Dunia yang penuh cita-cita, semangat dan kehidupan baru serta harapan yang membebaskan mereka dari keserakahan dunia dan mengingatkan akhirat serta Ridha Allah sebagai puncak tujuan yang tidak boleh hilang dari hati kaum Muslimin. Di bulan Ramadhan kaum Muslimin menyemarakkan masjid dengan berbagai halaqah ilmu, pengajian, dan dzikir. Sehingga orang yang dahulunya bodoh, di bulan Ramadhan, menjadi mengerti, yang dulunya lalai menjadi sadar dan yang dulunya acuh tak acuh menjadi ingat. Di bulan Ramadhan seluruh kaum muslimin mendapatkan Islam.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. bahwa Nabi Saw. bersabda ketika datang bulan Ramadhan yang artinya :
“Sesungguhnya telah datang kepadamu suatu bulan yang penuh berkah dimana Allah mewajibkan kepadamu berpuasa kepadanya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga dan ditutupi pintu-pintu neraka. Setan-setan dibelenggu. Padanya satu malam yang nilai beramal padanya lebih baik dari seribu bulan, maka barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya maka sungguh dia tidak akan dapat lagi memperoleh kebaikan selama-lamanya”.
 “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan dasar Iman dan mencari pahala dan Ridho Allah, Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Keutamaan Shaum Ramadhan Firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat183 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Shaum wajib adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat shaum semata-mata karena Allah, karena Iman kepadaNya, kitabNya, syari’atNya, serta karena ikhlas beramal kepadaNya. Keutamaan Shaum Ramadhan adalah : 
a.     Sebagai sarana untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT Dengan berpuasa paling tidak seseorang dengan senantiasa ingat kepada penciptanya, sehingga dia dapat menjaga diri dari semua hal yang dilarang oleh Allah SWT, mengendalikan hawa nafsu dan menundukkannya kepada hukum dan peraturan Allah SWT. Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orangsebelumkamuagarkamubertakwa”.
Juga firmannya dalam Surat Al-Baqarah ayat187 yang artinya :“Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia supaya mereka bertakwa”
b.     Mempunyai dampak positif bagi kesehatan baik rohani maupun jasmani, namun kebanyakan orang tidak mengetahuinya.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 184 yang artinya: “Dan berpuasa itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.”.
c.       Sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. dan mengagungkan kebesaranNya secara amaliah. Allah SWTberfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya :“Supaya kamu membesarkan Allah atas petunjuk-petunjuknya yang telah diberikan kepadamu dan agar kamu bersyukur”.
d.     Sarana untuk mencari hidup, kebenaran dan penghambaan yang hakiki Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 186 yang artinya : “Hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
e.  Sebagai tempat menuai pahala,kebaikan dan ampunan Diriwayatkan dari Abi Sa’id Al Khudry Ra. bahwasanya Rasulullah Saw bersabda yang artinya :“Tidaklah berpuasa seorang hamba selama satu hari fisabilillah melainkan Allah SWT akan menjauhkan diri orang itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”.(HR. Jama’ah kecuali Abu Daud).
f.        Untuk mendapatkan Syafa’at dariNya Sebab dengan syafa’at Allah tersebut, nanti pada hari kiamat puasa akan menggunakan haknya untuk menolong orang-orang yang mengerjakannya. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir Ra. bahwa Rasulullah bersabda yang artinya : “Puasa dan Al Qur’an itu akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Berkata puasa : “Ya Tuhan aku menyebabkan dia menahan makan dan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku izin untuk memberi syafa’at untuknya dan berkata Al Qur’an : “Aku mencegah dia tidur di malam hari karenanya izinkanlah aku memberi syafa’at untuknya”. Maka Syafa’at keduanya diterima oleh Allah.” (HR. Ahmad dengan sanad yang shahih).
g.  Ganjaran puasa yang tidak terbatas Puasa itu adalah untuk Allah SWt, dan Dia-lah yang memberi ganjarannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra.:bahwa Rasulullah Saw.bersabda yang artinya : “Allah Azza wa Jalla berfirman : “Semua amalan manusia untuk dirinya, kecuali puasa, maka ia adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan memberinya ganjaran. Dan puasa itu merupakan benteng (perisai), maka ketika datang saat berpuasa, janganlah kamu berkata kotor, berteriak-teriak, mencaci maki. Seandainya dicaci oleh seseorang atau diajak berkelahi hendaknya ia menjawab : “Saya ini sedang berpuasa”2x. demi Tuhan yang nyawa Muhammad ada di tanganNya, bau mulutorang yang berpuasa itu akan mendapat dua kegembiraan yang menyenangkan hati. Pada saat berbuka, ia akan bergembira dengan berbuka itu, dan disaat dia bertemu dengan Tuhannya, ia akan bergembira karena puasa itu”. (HR. Ahmad, Muslim, dan Nasa’i).
h.     Disiapkan empat khusus di akhirat. Mengenai hal ini,terdapat beberapa riwayat yang bias kita pelajari, diantaranya :
                                                      i.           Diriwayatkan dari Sahal bi Sa’ad Ra bahwasanya Rasulullah Saw bersabda yang artinya : “Sesungguhnya surga itu mempunyai sebuah pintu disebut “Rayyan”. Dipanggillah pada hari kiamat : “Hai, mana orang-orang yang berpuasa?” jika telah masuk orang yang terakhir dari mereka, ditutupkan pintu surga itu”. (HR. Bukhari dan Muslim)
                                                    ii.        Diriwayatkan dari Umamah Ra. ia berkata aku datang kepada Rasulullah Saw. dan kataku : “Suruhlah aku untuk melakukan suatu amal yang dapat memasukkan aku kedalam surga! ”maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Hendaklah kamu berpuasa, karena itu tak ada tandingannya. Lalu saya pun mendatangi Nabi Saw. untuk keduanya, maka beliau bersabda : “Hendaklah kamu berpuasa”. (HR. Ahmad, Nasa’I dan Al Hakim, menyatakannya sebagai hadits Shahih).
                                          iii.    Diriwayatkan dari AbuHurairah Ra. Dia berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhoan Allah SWT akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR. Ahmad dan Ash Hubus Sunan).
Amalan-amalan yang dianjurkan padabulan Ramadhan :
Ø  Qiyam Ramadhan (Sholat Tarawih dan Sholat Witir).
Ø  Memburu Lailatul Qadar
Ø  Banyak Berdo’a dan berdzikir.
Ø  Tidak melakukan hal-hal yang mengurangi pahala puasa.
Ø  Giat membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
Ø  Memperbanyak bersedekah dan beramal kebajikan.


BIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
DKM AL-MUTTAQIN