Rabu, 20 Juli 2016
Rabu, 06 Juli 2016
Foto-foto Idul Fitri 1437 H (2016 M)
Foto-foto karya Bambang Wahyudi (BW) dapat dilihat dengan mengklik di sini
Selasa, 29 Juli 2014
Minggu, 26 Januari 2014
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pada Minggu, 26 Januari 2014 mulai Pk. 09.00, diadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H. Acara itu dirangkai pula dengan acara Pertanggungjawaban Ketua DKM Al-Muttaqin periode 2011- 2014 dan Pengukuhan Kerua DKM Al-Muttaqin periode 2014 - 2017 yang tetap dipegang oleh Bp. Drs. H. Misbah Rosyadi yang merupakan amanat warga Pondok Sukmajaya Permai,Kel. Sukmajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok.
Acara tersebut juga dirangkai dengan acara peresmian penggunaan pengembangan bangunan masjid yang menelan dana sekitar Rp.900 juta rupiah. Peresmian dilakukan dengan acara pengguntingan pita yang dilakukan oleh Ketua RW.02 dan Ketua RW.03 yang berada di perumahan Pndok Sukmajaya Permai ini.
Pada kesempatan ini, Ketua DKM melaporkan bahwa pembangunan perluasan (sarana) masjid ini mendapat bantuan dari PT. Pertamina melalui program CSR-nya (corporate social resposiblility atau tanggungjawab sosial perusahaan) ditambah dengan dana kas DKM dan partisipasi warga muslim lainnya.
Namun demikian, masih ada utang material yang tersisa sebesar Rp. 87.453,237 yang dimohon para jamaah dan umat muslim pada umumnya untuk menyumbangkan hartanya untuk meluniasi utang tersebut,
Acara pokoknya adalah ceramah agama yang disampaikan seorang ustad dengan gaya humoris. yaitu Bp. H. Syahroni. Di hadapan para jamaah, Pengurus MPJ (Majelis Permusyawaratan Jamaah), Pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid), Panitia Pelaksana, remaja masjid Al-Muttaqin (PRISMA), dan ibu-ibu pengajian (Permata Ibu), beliau membawakan tema tentang "Sampaikan kabar gembira, dan memberi peringatan"
Dibahas di sana, bahwa kita harus penuh rasa toleransi, tenggang rasa, luwes, dan maklum. Artinya, bila ada kesalahan dari orang lain, namun sangat kecil, sebaiknya tidak dipermasalahkan apalagi sampai dimusuhi. Misalkan salah menulis nama kita di undangan, dan sebagainya.
Sebagaimana jika syarat jual beli adalah adanya 'ijab-qobul' antara pembeli dan pedagang. Kalau penjual dan pembeli sudah sama-sama ikhlas, maka tidak perlu ada jabatan tangan dan ucapan serah terima. "Bayangkan kalau kita hanya membeli satu buah kerupuk yang seharga Rp/ 1.000,- lalu kita harus melakukan acara serah-terima dengan memanggil saksi dan menempelkan metersi, Berapa panjang antrean di warung itu ..... katanya jenaka....tapi, kalau jual-beli tanah 1 heltar, maka wajib ijab qobul, ada saksi (sepetti notaris), dan ada meterai'
Acara ini berkhir pk. 11.00 WIB dengan acara makan tumpeng bersama. Ketua MPJ, Bp. H. Anton H., berharap kepada Ketua DKM dan jamaah pada umumnya untuk memakmurkan masjid yang kini sudah semakin luas bangunannya.
Sabtu, 18 Januari 2014
H. Misbah Rosyadi terpilih kembali
Dengan mengucap "innalillahi wa innalillahi roji'un' Bapak H. Misbah Rosyadi terpilih kembali menjadi Ketua DKM Masjid Al-Muttaqin untuk Periode 2014 - 2017.
Pemilihan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2014 ba'da sholat Isya di masjid Al-Muttaqin. Jamaah pemilih yang hadir memenuhi undangan dari Bp. H. Anton (Ketua MPJ Masjid Al-Muttaqin) berjumlah 45 orang yang terdiri dari unsur pengurus warga (RT-RW), ustadz/ ulama Pondok Sukmajaya Permai, pengurus masjid di periode-periode sebelumnya, tokoh masyarakat dan jamaah pada umumnya.
Bapak H. Misbah, secara mutlak (memperoleh 24 dari 45 suara, dengan 4 kandidat yang bisa dipilih) terpilih kembali untuk memimpin DKM Masjid Al-Muttaqin, Pada kata sambutan awalnya, beliau berharap dengan sangat bahwa akan muncul penggurus baru agar ada 'penyegaran,' namun kehendak mayoritas pemilih tidak demikian, beliau didaulat untuk memimpin kembali untuk masa jabatan 3 tahun ke depan.
Akhirnya, dengan berat hati beliau menerima kembali amanah warga untuk memimpin DKM Al- Muttaqin, "tapi dengan syarat" katanya ketika menyambut 'kemenangannya.'
Syatatnya adalah "mari kita bersama-sama memakmurkan masjid, salah satu caranya adalah mengajak anggota keluarganya sholat berjamaah di masjid, agar shafnya bisa terisi pennuh seperti sholat Jumat"
"Kemudian, mari bersama-sama memakmurkan masjid dengan jalan menggerakkan kegiatan sosial, mengisi dan memanfaatkan perpustakaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah mengajak para remaja dan pemuda untuk mencintai masjid dengan jalan berorganisasi dan menjalankan fungsi-fungsi masjid"
Pada pukul 22.05 acara pemilihan berakhir, dan ucapan selamat diberikan kepada pak H. Misbah Rosyadi. Selamat bekerja, Pak!.
Pemilihan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2014 ba'da sholat Isya di masjid Al-Muttaqin. Jamaah pemilih yang hadir memenuhi undangan dari Bp. H. Anton (Ketua MPJ Masjid Al-Muttaqin) berjumlah 45 orang yang terdiri dari unsur pengurus warga (RT-RW), ustadz/ ulama Pondok Sukmajaya Permai, pengurus masjid di periode-periode sebelumnya, tokoh masyarakat dan jamaah pada umumnya.
![]() |
| Drs. H. Misbah Rosyadi |
Bapak H. Misbah, secara mutlak (memperoleh 24 dari 45 suara, dengan 4 kandidat yang bisa dipilih) terpilih kembali untuk memimpin DKM Masjid Al-Muttaqin, Pada kata sambutan awalnya, beliau berharap dengan sangat bahwa akan muncul penggurus baru agar ada 'penyegaran,' namun kehendak mayoritas pemilih tidak demikian, beliau didaulat untuk memimpin kembali untuk masa jabatan 3 tahun ke depan.
Akhirnya, dengan berat hati beliau menerima kembali amanah warga untuk memimpin DKM Al- Muttaqin, "tapi dengan syarat" katanya ketika menyambut 'kemenangannya.'
Syatatnya adalah "mari kita bersama-sama memakmurkan masjid, salah satu caranya adalah mengajak anggota keluarganya sholat berjamaah di masjid, agar shafnya bisa terisi pennuh seperti sholat Jumat"
"Kemudian, mari bersama-sama memakmurkan masjid dengan jalan menggerakkan kegiatan sosial, mengisi dan memanfaatkan perpustakaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah mengajak para remaja dan pemuda untuk mencintai masjid dengan jalan berorganisasi dan menjalankan fungsi-fungsi masjid"
Pada pukul 22.05 acara pemilihan berakhir, dan ucapan selamat diberikan kepada pak H. Misbah Rosyadi. Selamat bekerja, Pak!.
Senin, 30 Desember 2013
Upaya Penyatuan TK dan Masjid Al-Muttaqin
Dari namanya, keduanya menggunakan nama yang sama, yakni "Al-Muttaqin," lokasinya pun sama di area fasum/ fasos Pondok Sukmajaya Permai, persis di tengah perumahan. Memang seharusnya keduanya dalam 'satu pengurusan' milik warga, yaitu Yayasan Al-Muttaqin.
Sebagian besar warga memang kurang mengerti apakah Yayasan Al-Muttaqin membawahi keduanya, masjid dan Taman Kanak-Kanak (TK) ?. Nyatanya, "Ya" dan "Tidak", artinya "samar-samar". Yang banyak dipertanyakan warga justru TK-nya, karena nyaris tidak pernah terlaporkan ke warga, berbeda dengan masjid yang setiap Jumat selalu ada laporannya.
Hal itulah yang menjadi PR buat Majelis Perwakilan Jamaah (MPJ), yaitu memperjelas dan menyatukan kedua lembaga itu menjadi satu yayasan yang pasti. Beberapa pertemuan (rapat) telah dilakukan yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengurus masjid Al-Muttaqin (DKM), Yayasan Al-Muttaqin, RW.02 dan RW.03. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada solusi yang dapat diambil dalam upaya penyatuan itu.
Beberapa hal yang perlu menjadi catatan adalah:
1. Keberadaan TK harus tetap dipertahankan dan dapat mengakomodasi pendidikan dasar bagi warga PSP, baik dalam hal biaya maupun kegiatan (kurikulumnya);
2. Selama ini laporan keuangan TK hanya diberikan ke orang tua dan anggota yayasan;
3. Ketua DKM Al-Muttaqin yang merupakan pengurus Yayasan Pendidikan Rachmaniyah tidak akan melakukan intervensi atau campur tangan terhadap TK Al-Muttaqin;
4. Banyaknya guru Rachmaniyah yang berkecimpung di masjid Al-Muttaqin semata-mata untuk memakmurkan kegiatan masjid, bukan mengarah ke TK Al-Muttaqin;
5. Bagaimanapun, TK maupun masjid Al-Muttaqin adalah milik seluruh warga Pondok Sukmajaya Permai, sehingga seluruh kegiatannya harus atas sepengetahuan dan melaporkan kegiatannya ke seluruh warga Pondok Sukmajaya Permai melalui berbagai perwakilannya, seperti MPJ, RT/RW dan sebagainya;
6. Perlu dilakukan pembenahan Yayasan Al-Muttaqin sesegera mungkin agar TK dan Masjid berada di bawah satu yayasan yang diurus oleh pengurus Yayasan Al-Muttaqin lama, dan memasukkan personil-personil baru yang merupakan perwakilan dari masyarakat, khususnya yang merupakan tokoh, organisasi kemasyarakatan, dsb.
Mudah-mudahan awal tahun 2014, kedua lembaga itu (TK dan Masjid) telah berada di bawah satu yayasan yang jalannya bersifat transparan dan akuntabel. Aamiin
Sebagian besar warga memang kurang mengerti apakah Yayasan Al-Muttaqin membawahi keduanya, masjid dan Taman Kanak-Kanak (TK) ?. Nyatanya, "Ya" dan "Tidak", artinya "samar-samar". Yang banyak dipertanyakan warga justru TK-nya, karena nyaris tidak pernah terlaporkan ke warga, berbeda dengan masjid yang setiap Jumat selalu ada laporannya.
Hal itulah yang menjadi PR buat Majelis Perwakilan Jamaah (MPJ), yaitu memperjelas dan menyatukan kedua lembaga itu menjadi satu yayasan yang pasti. Beberapa pertemuan (rapat) telah dilakukan yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengurus masjid Al-Muttaqin (DKM), Yayasan Al-Muttaqin, RW.02 dan RW.03. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada solusi yang dapat diambil dalam upaya penyatuan itu.
Beberapa hal yang perlu menjadi catatan adalah:
1. Keberadaan TK harus tetap dipertahankan dan dapat mengakomodasi pendidikan dasar bagi warga PSP, baik dalam hal biaya maupun kegiatan (kurikulumnya);
2. Selama ini laporan keuangan TK hanya diberikan ke orang tua dan anggota yayasan;
3. Ketua DKM Al-Muttaqin yang merupakan pengurus Yayasan Pendidikan Rachmaniyah tidak akan melakukan intervensi atau campur tangan terhadap TK Al-Muttaqin;
4. Banyaknya guru Rachmaniyah yang berkecimpung di masjid Al-Muttaqin semata-mata untuk memakmurkan kegiatan masjid, bukan mengarah ke TK Al-Muttaqin;
5. Bagaimanapun, TK maupun masjid Al-Muttaqin adalah milik seluruh warga Pondok Sukmajaya Permai, sehingga seluruh kegiatannya harus atas sepengetahuan dan melaporkan kegiatannya ke seluruh warga Pondok Sukmajaya Permai melalui berbagai perwakilannya, seperti MPJ, RT/RW dan sebagainya;
6. Perlu dilakukan pembenahan Yayasan Al-Muttaqin sesegera mungkin agar TK dan Masjid berada di bawah satu yayasan yang diurus oleh pengurus Yayasan Al-Muttaqin lama, dan memasukkan personil-personil baru yang merupakan perwakilan dari masyarakat, khususnya yang merupakan tokoh, organisasi kemasyarakatan, dsb.
Mudah-mudahan awal tahun 2014, kedua lembaga itu (TK dan Masjid) telah berada di bawah satu yayasan yang jalannya bersifat transparan dan akuntabel. Aamiin
Minggu, 17 Februari 2013
PERPUSTAKAAN AL-MUTTAQIN
Masjid Al-Muttaqin tidak saja menjadi milik dan tanggung jawab pemanfaatannya bagi warga Pondok Sukmajaya Permai dan sekitarnya, akan tetapi juga sebagai tempat ibadah serta pengembangan masyarakat Pondok Sukmajaya Permai. Sejalan dengan Misi DKM Al-Muttaqin diantaranya yaitu :
- Menjadikan Masjid sebagai tempat ibadah;
- Menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan ummat Islam;
- Manjadikan Masjid sebagai pusat pendidikan ummat Islam;
- Menjadikan Masjid tempat merujuk bebagai persoalan masyarakat.
maka pada pengembangan dan pembangunan Sarana Masjid yang sekarang ini sedang berlangsung, pengadaan perpustakaan di Masjid Al-Muttaqin
merupakan hal sangat penting untuk mewujudkan salah satu misi tersebut. Perpustakaan yang akan terbentuk nantinya tidak hanya berisi buku-buku mengenai masalah keagamaan, akan tetapi akan berisi juga buku-buku lainnya yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta buku-buku tambahan pelajaran mulai tingkat SD sampai dengan
tingkat SMA.
Maksud dari pengadaan Perpustakaan Masjid
Al-Muttaqin antara lain :
- Sebagai wadah keilmuan karena sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan kepada Allah SWT dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh.
- Perpustakaan juga sebagai tempat penyaluran/pelayanan ilmu kepada masyarakat agar lebih mudah memperoleh informasi yang dekat, mudah dijangkau, murah dan cepat.
Sedangkan
tujuannya antara lain adalah :
- Kajian Islam yang selama ini hanya satu arah (ceramah) dimana daya serap kita dalam mendengar sangat terbatas, maka dengan adanya perpustakaan walaupun dengan menggunakan literature yang sederhana maka kan meningkatkan daya serap kita, mendidik kita aktif dan kritis terhadap persoalam yang dikaji (Islam).
- Perpustakaan tidak hanya untuk Jamaah masjid akan tetapi juga untuk masyarakat sekitar masjid, sehingga akan menciptakan rasa kebersamaan, toleransi demi terciptanya kebersamaan masyarakat lingkungan Masjid Al-Muttaqin.
- Membangun generasi muda sebagai generasi penerus yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sekaligus beriman dan taqwa kepada Allah SWT, sehingga Insya Allah nantinya generasi muda ini akan menjadi penerus memimpin bangsa ini akan mempunyai ketaatan keagamaan yang tinggi untuk membangun Indonesia di masa mendatang.
Penyediaan buku keagamaan karena seringkali dilakukan kajian-kajian Islam pada Majlis Ta’lim,
dengan adanya pustaka ini diharapkan akan terjadi peningkatan pemahaman Jamaah terhadap ajaran Islam
merupakan sesuatu yang sangat penting. Semakin banyak yang dipahami dari ajaran
Islam diharapkan semakin banyak juga nilai-nilai Islam yang diamalkan,
sementara makin sedikit ajaran Islam yang dipahami, semakin sedikit juga ajaran
Islam itu yang bias diamalkan, apalagi belum tentu orang yang sudah memahami
ajaran Islam langsung bisa mengamalkannya. Disamping itu pemahaman terhadap
Islam yang benar dan menyeluruh akan membuat umat Islam terhindar dari salah
paham terhadap Islam. Padahal salah paham terhadap Islam bisa jadi telah
memberikan sumbangan yang besar terhadap konflik diantara sesame umat Islam
yang berkepanjangan. Oleh karena itu menjadi sangat penting pada masa sekarang
untuk mengembangkan kajian-kajian Islam di Masjid-masjid dengan menggunakan
literatur dan mengembangkan keaktifan Jamaah dalam membahasnya. Dari sinilah
keberadaan perpustakan masjid menjadi sesuatu yang sangat diperlukan.
Pola persaingan yang ketat antar siswa mulai tingkat SD sampai SMA, membuat siswa pada umumnya mencari bahan tambahan buku-buku referensi diluar buku yang diwajibkan di sekolah, sementara harga buku makin tidak terjangkau. Keberadaan perpustakaan Masjid ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi siswa untuk memperoleh informasi dari buku referensi yang diperlukan
Dengan adanya perpustakaan yang berisi buku-buku
keagamaan maupun buku pelajaran serta buku mengenai Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi ini maka diharapkan akan menghasilkan :
- Pola kajian keagaman yang selama ini berujud ceramah maka akan dikembangkan menjadi kajian yang menuntut kearifan para Jamaahnya. Dengan pola ini maka selanjutnya Jamaah diharapkan akan menjadi aktif untuk memanfaatkan perpustakaan yang ada.
- Minat baca anak, remaja dan orang tua di wilayah sekitar Masjid Al-Muttaqin Pondok Sukmajaya Permai, Depok.
- Peningkatan pola kreativitas anak-anak, pemuda-pemudi dan masyarakat Pondok Sukmajaya Permai seluruhnya untuk menghasilkan SDM yang cerdas, mandiri dan unggul.
Guna mewujudkan Perpustakaan Masjid tersebut
di atas tidaklah mudah tanpa bantuan dan
dukungan dari semua pihak, oleh karena itu kami pengurus Masjid Al-Muttaqin
sangat mengharapkan bantuan baik berupa :
- Buku - buku, (dapat langsung ataupun kami ambil) dengan menghubungi Sekretariat DKM Al-Muttaqin, Ph (021) 7706650.
- Infaq, shodakoh serta do’anya dari semua pihak sehingga pembangunan Perpustakaan Masjid Al-Muttaqin ini dapat terlaksana dengan baik.
Langganan:
Postingan (Atom)



